Makassar_Apollotimes.News_Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat, menggagas inovasi layanan digital Si-Akses sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan hak keuangan anggota DPRD Kota Makassar melalui sistem notifikasi resmi berbasis WhatsApp.
Turut Hadir Kepala Bagian Umum, Dr.Muhajir dan jajaran staf Sekretaris DPRD Kota Makassar .
Pengembangan Si-Akses, Sekretaris DPRD Makassar Andi Rahmat dalam pameran dan seminar implementasi proyek perubahan PKN Tingkat II yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Rabu (29/7).
“Seminar proyek perubahan ini merupakan puncak dari perjalanan kami mengikuti PKN II di LAN Makassar. Insyaallah proyek perubahan yang kami gagas dapat berhasil guna dan berdaya guna dalam meningkatkan pelayanan di Sekretariat DPRD Kota Makassar. Kami juga berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi referensi bagi perangkat daerah lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” ujar Andi Rahmat.
Ia menjelaskan, Si-Akses bukan merupakan aplikasi yang harus diunduh oleh pengguna. Sistem tersebut bekerja dengan mengirimkan notifikasi resmi melalui aplikasi WhatsApp kepada anggota DPRD Kota Makassar sebagai penerima manfaat.

Menurutnya, selama ini anggota DPRD hanya menerima notifikasi dari perbankan yang menampilkan jumlah total dana yang masuk ke rekening. Melalui Si-Akses, anggota dewan dapat mengetahui rincian setiap komponen hak keuangan yang diterima secara lengkap dan transparan.
“Selama ini anggota dewan hanya menerima notifikasi dari bank berupa jumlah keseluruhan dana yang masuk. Melalui Si-Akses, mereka memperoleh pemberitahuan resmi yang memuat rincian seluruh hak keuangan yang diterima. Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi menghubungi bendahara atau bagian keuangan untuk menanyakan komponen pembayaran yang diterima,” katanya.
Andi Rahmat menambahkan, sistem tersebut juga menyajikan rincian pembayaran perjalanan dinas, mulai dari biaya hotel, transportasi, uang representasi, hingga komponen pembiayaan lainnya.
“Misalnya, ketika anggota dewan melaksanakan perjalanan dinas, mereka akan menerima rincian besaran biaya hotel, transportasi, uang representasi, dan komponen lainnya melalui WhatsApp. Jadi, informasi yang diterima tidak lagi berupa nominal secara keseluruhan, melainkan disampaikan secara rinci sehingga lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Ia berharap Si-Akses dapat memperkuat penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar, sekaligus memudahkan anggota DPRD memantau seluruh hak keuangan yang diterima.
“Alhamdulillah, sistem ini sudah mulai diterapkan di Sekretariat DPRD Kota Makassar,” pungkasnya.
