DPRD MAKASSAR

Pengawasan Pemda 2026 Angkatan XII, Dr. Tri Sulkarnain Ahmad Dorong Optimalisasi Potensi Pemuda Makassar

Makassar — Apollotimes.News_ Penguatan peran generasi muda menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan Kota Makassar. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan XII yang digelar Selasa, 15 September 2026, di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Anggota DPRD Kota Makassar, Dr. Tri Sulkarnain Ahmad, SE., MM, bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Makassar. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas potensi demografi sekaligus arah kebijakan pembangunan kepemudaan di Kota Makassar.


Dr. Tri Sulkarnain Ahmad, SE., MM, hadir sebagai narasumber pertama. Melalui kegiatan pengawasan tersebut, DPRD Kota Makassar menempatkan isu kepemudaan sebagai bagian penting dalam memastikan program pemerintah daerah berjalan sejalan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.

Narasumber kedua, Bryan Ramadhan Brahmana, S.STP., M.A.P., memaparkan kondisi piramida penduduk Kota Makassar Tahun 2025 semester II. Data tersebut menunjukkan kelompok usia produktif 15–64 tahun dan kelompok pemuda 16–30 tahun masih menjadi bagian dominan dalam struktur penduduk.

Kondisi demografi tersebut memperlihatkan kuatnya karakter penduduk usia muda di Kota Makassar. Komposisi ini sekaligus menjadi peluang strategis bagi pemerintah untuk memperkuat kapasitas, keterampilan, pendidikan, dan daya saing generasi muda.


Bryan menjelaskan, bentuk piramida penduduk turut mengindikasikan berlangsungnya bonus demografi. Momentum tersebut membutuhkan langkah antisipatif melalui penguatan kualitas penduduk usia muda agar potensi demografi dapat menjadi energi pembangunan dan tidak berubah menjadi tantangan sosial di masa mendatang.

Jumlah penduduk usia muda diproyeksikan terus meningkat dan berpotensi mendominasi struktur penduduk dalam satu dekade mendatang. Karena itu, pembangunan kepemudaan dinilai perlu ditempatkan sebagai salah satu fokus strategis yang berjalan beriringan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).


Sementara itu, narasumber ketiga, apt. Putri Utami Muis, S.Farm., mengangkat perspektif aktivis pemuda. Ia menekankan bahwa pemuda bukan sekadar objek pembangunan, tetapi memiliki posisi penting sebagai pelaku yang dapat menyumbangkan gagasan, aspirasi, partisipasi, serta gerakan yang berkelanjutan.

Pembahasan berlangsung secara interaktif dengan Rini Susanty, SE, bertindak sebagai moderator. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait pembangunan kepemudaan serta bagaimana potensi generasi muda dapat dioptimalkan dalam pembangunan Kota Makassar.


Kegiatan pengawasan tersebut juga menghadirkan dua sesi pertanyaan bagi peserta. Melalui dialog dan pertukaran gagasan tersebut, diharapkan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam merancang pembangunan kepemudaan yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada masa depan Makassar.