DPRD MAKASSAR

Ari Ashari Ilham Bersama Dispora Makassar Perkuat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah TA 2026 Angkatan X

MAKASSAR, 9 September 2026 —Apollotimes.news_ Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, SE, bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X (Sepuluh), Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Almadera Kota Makassar dengan menghadirkan unsur legislatif, pemerintah daerah, akademisi, serta peserta dari berbagai kalangan.

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan pembangunan di bidang kepemudaan dan olahraga sebagai bagian penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar. Moderator kegiatan, Dharmawati, memandu jalannya acara sekaligus mengarahkan pembahasan agar peserta memperoleh pemahaman mengenai kebijakan dan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemuda dan olahraga.


Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, SE, menekankan bahwa pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Pengawasan merupakan bagian penting dari fungsi DPRD untuk memastikan setiap program pemerintah daerah berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ari. Ia juga menambahkan, “Bidang kepemudaan dan olahraga perlu mendapat perhatian karena keduanya memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang produktif, sehat, dan mampu bersaing.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan dan Pembinaan Olahraga Dispora Kota Makassar, Andi Bilhaq Azikin, S.IP, menjelaskan bahwa pembangunan olahraga tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga pada pembentukan budaya olahraga di tengah masyarakat. “Pilar olahraga harus dibangun secara seimbang, terutama melalui pembudayaan olahraga rekreasi sekaligus peningkatan prestasi yang kompetitif,” jelas Andi Bilhaq. Menurutnya, “Masyarakat perlu diberikan ruang dan kesempatan yang luas untuk berolahraga, sementara pembinaan prestasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.”


Dari perspektif akademisi, Abd Latif Hasan, SE, menyampaikan bahwa pembangunan kepemudaan perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. “Pilar pemuda harus diarahkan pada peningkatan kapasitas dasar serta pemberdayaan daya saing pemuda agar mereka mampu menghadapi perubahan dan tuntutan zaman,” kata Abd Latif. Ia melanjutkan, “Pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima program, tetapi harus diberikan kesempatan untuk terlibat, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.”

Pembahasan juga menyoroti pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program kepemudaan serta olahraga. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat pengawasan sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan maupun yang akan dijalankan dalam Tahun Anggaran 2026.


Menurut Ari Ashari Ilham, keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan responsif. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengawasan terhadap pemerintah daerah adalah tanggung jawab bersama, sehingga masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi,” tuturnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Andi Bilhaq Azikin menegaskan bahwa pembudayaan olahraga harus terus diperluas melalui kegiatan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Pengembangan olahraga rekreasi dan olahraga prestasi, menurutnya, membutuhkan pembinaan yang terarah serta dukungan sarana, program, dan sumber daya manusia yang memadai sehingga dapat berjalan secara berkesinambungan.

Sementara Abd Latif Hasan menilai penguatan kapasitas pemuda harus dibarengi dengan pemberian akses terhadap pendidikan, keterampilan, kreativitas, dan kesempatan berkontribusi. Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pembangunan apabila diberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan kemampuan dan gagasannya.

Menjelang akhir kegiatan, moderator Dharmawati memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan terkait materi yang telah dipaparkan. Salah seorang peserta menanyakan, “Bagaimana strategi pemerintah daerah memastikan program kepemudaan dan olahraga tidak hanya berjalan sebagai kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat?” Peserta lainnya juga bertanya, “Apa langkah yang dapat dilakukan untuk memperluas akses pembinaan olahraga dan peningkatan kapasitas pemuda agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata?”


Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kebijakan pemerintah daerah sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan. Melalui sinergi antara DPRD Kota Makassar, Dispora, akademisi, dan masyarakat, pembangunan sektor pemuda dan olahraga diharapkan semakin terarah, inklusif, serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar.