Makassar - Apollotimes.News_ Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar, S.H., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan III bersama Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Makassar di Ballroom Hotel MaxOne Makassar, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah, khususnya pada sektor lingkungan hidup.
Acara dipandu oleh moderator M. Rheza Chaesar Agung yang mengarahkan jalannya diskusi agar berlangsung interaktif. Dalam pembukaan, moderator menekankan bahwa pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga legislatif dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dalam pemaparannya, Imam Musakkar, S.H. menjelaskan bahwa DPRD memiliki fungsi strategis untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Fungsi pengawasan DPRD bertujuan memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dilaksanakan secara efektif, efisien, serta sesuai aturan yang berlaku," ujarnya. Ia juga menegaskan, "Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan publik."

Lebih lanjut, Imam Musakkar mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan masukan maupun laporan apabila menemukan pelaksanaan program yang tidak sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, partisipasi publik merupakan bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan sehingga pembangunan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Narasumber kedua, DRS. Suwandi dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Makassar memaparkan berbagai program pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Ia menyampaikan, "Keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat." Selain itu, ia menambahkan, "Pengawasan terhadap program lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan Kota Makassar."

Suwandi juga menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan pelayanan di bidang lingkungan hidup melalui berbagai inovasi serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi yang baik akan mempercepat pencapaian target pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Narasumber ketiga, Ahmad Nunung selaku praktisi memberikan perspektif mengenai pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menyampaikan, "Pengawasan yang efektif lahir dari komunikasi yang baik antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat sehingga setiap persoalan dapat segera direspons." Ia juga menegaskan, "Kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas."
Dalam pemaparannya, Ahmad Nunung turut mengingatkan bahwa pengawasan bukan hanya berorientasi pada menemukan kekurangan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan solusi dan masukan konstruktif demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah.
Memasuki penghujung acara, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, "Bagaimana mekanisme masyarakat menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program pemerintah daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup?" Pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber dengan penjelasan mengenai jalur pelaporan resmi yang tersedia serta pentingnya menyampaikan laporan berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta lainnya kemudian bertanya, "Apa langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi volume sampah di Kota Makassar?" Para narasumber menjelaskan bahwa pemerintah terus mengembangkan program edukasi, sosialisasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar budaya peduli lingkungan semakin meningkat.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar sosialisasi ini mampu memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Makassar, dan masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pelestarian lingkungan hidup. Acara berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme, serta menghasilkan berbagai masukan yang diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik di Kota Makassar.
