DPRD MAKASSAR

H. Syaiful Bersama Kelurahan Wala-Walaya Perkuat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X

MAKASSAR — Apollotimes.News_ Anggota DPRD Kota Makassar, H. Syaiful, bersama Kelurahan Wala-Walaya menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 X (Sepuluh), Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Palace Hotel, Jalan Tentara Pelajar Nomor 50, Kota Makassar, dengan melibatkan warga sebagai peserta kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam mengawasi dan memberikan masukan terhadap pelayanan pemerintahan. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan aplikasi SI-KAWAL sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan aspirasi dan pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kota Makassar, H. Syaiful, menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan dan responsif. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan pengawasan dan masukan. “Pengawasan pemerintahan daerah akan semakin kuat apabila masyarakat ikut berperan aktif memberikan informasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui di lapangan,” ujar H. Syaiful.


Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada warga. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengawasan bukan hanya tugas lembaga pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga agar pelayanan publik dapat terus diperbaiki,” katanya.

Narasumber kedua, Ahmad Jujur Latif, S.STP, memberikan materi mengenai pengenalan aplikasi SI-KAWAL sekaligus menjelaskan tata cara pengisiannya. Materi disampaikan secara bertahap agar warga Kelurahan Wala-Walaya dapat memahami penggunaan aplikasi tersebut secara praktis, mulai dari mengenal aplikasi hingga mengisi informasi yang diperlukan. “SI-KAWAL kami perkenalkan sebagai sarana yang dapat membantu warga menyampaikan informasi dan masukan terkait penyelenggaraan pemerintahan secara lebih terarah,” jelas Ahmad Jujur Latif.


Ia kemudian memberikan panduan langkah demi langkah kepada peserta mengenai proses pengisian aplikasi. “Kami berharap setelah mengikuti penjelasan ini, warga tidak lagi ragu menggunakan SI-KAWAL dan dapat mengisinya sesuai dengan kondisi atau informasi yang ingin disampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber ketiga, Syahril, menekankan bahwa keberhasilan penggunaan SI-KAWAL sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Menurutnya, informasi yang diberikan warga dapat menjadi bahan evaluasi untuk membantu pemerintah kelurahan meningkatkan kualitas pelayanan. “Partisipasi Anda dalam mengisi SI-KAWAL membantu Kelurahan Wala-Walaya memberikan pelayanan yang lebih baik bagi kita semua,” kata Syahril.


Syahril juga mengajak peserta untuk memanfaatkan aplikasi tersebut secara bertanggung jawab dengan memberikan informasi yang benar dan relevan. “Semakin aktif masyarakat memberikan masukan yang sesuai dengan kondisi di lapangan, semakin banyak pula bahan yang dapat menjadi perhatian dalam upaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pemaparan materi dan penjelasan mengenai mekanisme penggunaan SI-KAWAL. Moderator Andi Muh. Zulfikar S. memandu jalannya kegiatan, termasuk mengarahkan peserta selama sesi penyampaian materi dan diskusi mengenai pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Di penghujung acara, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Salah satu peserta menanyakan, “Bagaimana cara memastikan laporan atau masukan yang disampaikan melalui SI-KAWAL dapat diteruskan kepada pihak yang berwenang dan mendapatkan tindak lanjut?” Pertanyaan tersebut kemudian dijelaskan oleh narasumber dengan menekankan pentingnya kelengkapan serta kebenaran informasi yang disampaikan melalui aplikasi.


Peserta lainnya turut bertanya, “Apakah masyarakat dapat menggunakan SI-KAWAL untuk menyampaikan berbagai persoalan pelayanan yang ditemukan di lingkungan tempat tinggalnya?” Sesi tanya jawab tersebut berlangsung interaktif dan menjadi bagian penting dari kegiatan karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk memahami lebih jauh fungsi aplikasi sekaligus peran warga dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik di Kelurahan Wala-Walaya.