MAKASSAR — Apollotimes.news_Upaya memperkuat kualitas lingkungan hidup di Kota Makassar terus mendapat perhatian. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XI Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Makassar, H. Meinsani Kecca, S.Sos., bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel MaxOne Makassar itu menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan lingkungan sekaligus menggali langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan ruang hidup masyarakat perkotaan.

H. Meinsani Kecca menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan kota yang lebih hijau dan nyaman. Menurutnya, pengawasan pemerintahan daerah juga harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Amanda Syahwaldi, S.STP., MM., memaparkan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui skema kemitraan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan.

Kemitraan tersebut diwujudkan melalui Program Kemitraan Kota Hijau, yang mendorong perusahaan berkontribusi dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP), khususnya untuk pengembangan dan penguatan RTH di Kota Makassar.
Langkah ini dinilai membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Keberadaan RTH bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, teduh, dan memiliki daya dukung ekologis.
Sementara itu, akademisi Dr. Abdul Malik, S.Pi., M.Si., mengajak masyarakat membangun kesadaran lingkungan dari lingkup paling dekat, yakni rumah dan pekarangan. Pesan “Sayangi Bumi, Sayangi Diri, Satu Pekarangan, Satu Solusi Lingkungan” menjadi salah satu gagasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Kebiasaan sederhana di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori Husen Gailea, SE., AK., tersebut berlangsung interaktif. Di penghujung acara, peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai isu lingkungan serta pengelolaan pemerintahan daerah.

Melalui forum tersebut, pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah diharapkan tidak berhenti pada penyampaian program, tetapi mampu melahirkan kolaborasi dan kesadaran bersama. Penguatan RTH dan kepedulian lingkungan pun menjadi bagian penting dalam membangun Makassar yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
