Apollotimes.news - Makassar – Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh pers terbaiknya, H.M. Alwi Hamu. Pria kelahiran 28 Juli 1944 ini dikenal sebagai pendiri Harian Fajar, salah satu media cetak terkemuka di Sulawesi Selatan yang kini menjadi bagian dari grup media besar di kawasan timur Indonesia, Fajar Group. Tidak hanya sebagai pelaku di dunia jurnalistik, H.M. Alwi Hamu juga merupakan figur yang menginspirasi lewat kiprah panjangnya sebagai pemimpin, inovator, dan organisator ulung.
Sebagai putra dari Haji Muhammad Syata, Alwi Hamu dibesarkan dalam lingkungan yang menghargai pendidikan dan kerja keras. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang Teknik hingga meraih gelar Sarjana Muda. Namun, di tengah kesibukannya menuntut ilmu, Alwi Hamu mulai menunjukkan ketertarikannya pada dunia jurnalistik. Masa kuliahnya diwarnai dengan aktivitas di Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) wilayah Sulawesi Selatan, di mana ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Dari sana, semangatnya untuk bersuara dan berkontribusi melalui media mulai tumbuh. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan surat kabar harian bernama “KAMI” sebagai wadah perjuangan mahasiswa.

Ketertarikan Alwi Hamu pada dunia jurnalistik tidak surut setelah masa kuliah. Pada tahun 1972, ia mendirikan majalah Intim bersama teman-temannya, sebuah langkah awal yang semakin menegaskan jalannya di dunia media. Enam tahun kemudian, Alwi Hamu bergabung dengan surat kabar Tegas sebagai Wakil Pemimpin Umum. Namun, perbedaan pandangan dengan manajemen membuatnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya, karena setelah itu ia mendirikan surat kabar yang kini menjadi warisan monumental: Harian Fajar. Surat kabar ini resmi beroperasi pada tahun 1981 dan dengan cepat berkembang menjadi salah satu media paling berpengaruh di Sulawesi Selatan.
Dalam membangun dan mengembangkan Harian Fajar, Alwi Hamu juga melibatkan tokoh-tokoh besar, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia ke-12, Jusuf Kalla, yang turut berperan sebagai investor. Di bawah kepemimpinan Alwi Hamu, Fajar Group terus berkembang menjadi jaringan media yang mencakup tidak hanya Harian Fajar, tetapi juga sejumlah surat kabar regional seperti Kendari Pos, Palopo Pos, dan Radar Buton. Ia juga berhasil membawa Fajar Group ke era digital dengan meluncurkan portal berita Fajar.co.id, menjadikan grup ini adaptif terhadap perubahan zaman.
Dedikasi Alwi Hamu tidak hanya terbatas pada dunia media. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Selain itu, kontribusinya di pemerintahan tercatat saat ia menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden. Kiprahnya yang luas dan beragam membuat Alwi Hamu menjadi salah satu tokoh Sulawesi Selatan yang sangat dihormati, baik di dunia pers maupun di kalangan masyarakat luas.
Kini, H.M. Alwi Hamu telah berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi dunia jurnalistik Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pionir yang membawa perubahan besar dalam industri media, khususnya di kawasan timur Indonesia. Kepergiannya adalah kehilangan besar, namun semangat, dedikasi, dan warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup di hati mereka yang mengenalnya.
