MAKASSAR - APOLLOTIMES.NEWS - Peluncuran aplikasi bernama SiPEPEK oleh Pemerintah
Kabupaten Cirebon pada akhir Juni 2024 menuai kontroversi di media sosial. Aplikasi yang dirancang untuk memudahkan
akses layanan program kemiskinan dan jaminan kesehatan ini justru menjadi bahan
cibiran dan sindiran warganet. Pasalnya, nama SiPEPEK dalam bahasa Cirebon
memiliki makna yang multitafsir, salah satunya merujuk pada alat kelamin
perempuan. Hal ini memicu kekhawatiran akan eksploitasi seksual dan pelabelan
negatif terhadap kelompok rentan.
SiPEPEK merupakan sistem
pelayanan program penanggulangan kemiskinan dan jaminan kesehatan warga kurang
mampu di Kabupaten Cirebon. Kemunculan SiPEPEK rupanya menyita perhatian publik
hingga jadi perbincangan warganet. Lantas, sebenarnya apa itu SiPEPEK? Yuk,
kenalan dengan SiPEPEK.
SiPEPEK sejatinya aplikasi yang
berpihak pada warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon. Aplikasi ini adalah
hasil inovasi Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos)
Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, penamaan aplikasi SiPEPEK
sejatinya sebagai implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) 2019-2024. Di mana dalam tujuan kedua, mewujudkan manusia berkualitas.
Meskipun memiliki makna lokal,
penggunaan kata "Pepek" dalam konteks
aplikasi ini dinilai tidak sensitif dan berpotensi menimbulkan
misinterpretasi. Kontroversi ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan
pembuat aplikasi untuk lebih berhati-hati dalam memilih nama, terutama yang
mengandung unsur bahasa daerah. Memilih nama yang mudah diingat, sesuai dengan
target pengguna, dan mencerminkan nilai-nilai positif merupakan langkah penting
dalam membangun citra aplikasi yang
baik. Dalam hal ini, mempertimbangkan kearifan lokal dan sensitivitas budaya
juga tak kalah penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menumbuhkan rasa
hormat terhadap budaya setempat.
penamaan plikasi ini membuat Warganet ramai-ramai mengkritik nama aplikasi tersebut melalui berbagai platform media sosial. Salah satu akun stagram yang viral di Dunia maya adalah dari akun @lambe_turah yang ikut memberitakan peluncuran inovasi Disnsos kabupaten Cirebon mendapat banyak komentar dari nitizen sala satunya dari akun fairuz_madani yang menuliskan pada kolom komentar "Secara gak langsung pemberian nama itu kualitas pikiran mereka" selain itu juga dari akun @juliand4u pada kolom komentar "dari sini udah keliatan gimana kualitas Pemerintahan negara finlandia selatan"

Kontroversi nama SiPEPEK telah berdampak pada citra Pemerintah Kabupaten Cirebon dan aplikasi itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap aplikasi ini pun terancam menurun. Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Cirebon perlu mempertimbangkan untuk mengganti nama aplikasi dengan yang lebih netral dan mudah diterima masyarakat. Selain itu, mereka juga perlu melakukan edukasi publik untuk menjelaskan makna di balik nama SiPEPEK dan meningkatkan pemahaman tentang budaya lokal.
