News

Wali Kota Makassar Resmi Membuka MTQ Tingkat Kota Makassar 2025 di Gedung Lestari 45

Apollotimes.news_ Wali Kota Makassar secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2025 yang digelar di Gedung Lestari 45. Pembukaan ditandai dengan prosesi simbolis melengkapi kaligrafi pada kanvas, yang menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan MTQ tahun ini.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Makassar, para kafilah dari seluruh kecamatan, tokoh agama, serta tamu undangan. Salah satu yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Camat Tamalanrea, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai ajang pembinaan dan peningkatan syiar Al-Qur’an di Kota Makassar.


Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan bahwa MTQ harus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemkot meminta dukungan untuk peningkatan hadiah dan program pembinaan agar para peserta benar-benar merasakan penghargaan atas dedikasi mereka. Dengan demikian, MTQ tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut menjadi proses pembentukan karakter Qur’ani.

Penguatan Kurikulum

Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan langkah konkret melalui penguatan kurikulum pendidikan. Program tersebut mencakup:

– Penambahan jam membaca Al-Qur’an di sekolah.

– Pendidikan akhlak sebagai fondasi moral.

– Penguasaan Bahasa Inggris dan Arab untuk memperluas wawasan global.

Dengan langkah ini, Pemkot ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern.


Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Makassar sebagai kota moderat, inklusif, dan melahirkan generasi Qur’ani yang unggul. Dengan demikian, MTQ 2025 tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga simbol komitmen kota terhadap pembangunan karakter dan peradaban.

Pembukaan MTQ 2025 di Makassar menandai langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter Qur’ani. Dengan dukungan pembinaan, kurikulum yang diperkuat, serta visi kota yang moderat dan inklusif, Makassar menegaskan posisinya sebagai pusat lahirnya generasi unggul di masa depan.