DPRD MAKASSAR

Muhammad Farid Rayendra Serap Aspirasi Warga dalam Reses DPRD Makassar, Fokus Benahi Drainase hingga Infrastruktur

Makassar_Apollotimes.news_Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Farid Rayendra melaksanakan Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 pada Rabu dan Kamis, 20–21 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar di delapan titik yang tersebar di Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate sebagai bagian dari upaya menyerap langsung aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan.


Pada hari pertama, reses diawali di Kelurahan Pabbatang, Kecamatan Mamajang. Warga menyampaikan berbagai persoalan lingkungan yang dinilai mendesak untuk segera ditangani pemerintah. Adri Umar mengusulkan perbaikan saluran drainase, sementara Ulfa menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan permukiman saat musim hujan. Aspirasi serupa juga datang dari Asni yang meminta pengerukan drainase agar aliran air kembali lancar.


Kegiatan kemudian berlanjut di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang. Warga RW 5 meminta percepatan pembenahan drainase yang selama ini menjadi penyebab genangan air. Selain itu, masyarakat juga berharap rehabilitasi got tertutup dapat segera dilakukan agar kembali berfungsi optimal. Persoalan infrastruktur lorong dan blok permukiman turut menjadi perhatian warga dalam dialog bersama legislator tersebut.


Di titik ketiga yang berlangsung di Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, warga menyoroti kebutuhan fasilitas penerangan jalan di area pinggir kanal. Selain itu, masyarakat meminta pemerintah membuka kembali saluran got yang tertutup agar dapat dibersihkan secara berkala oleh warga. Dalam pertemuan itu, persoalan penggusuran pedagang kaki lima di Jalan Nuri juga mencuat dan diharapkan memperoleh solusi yang lebih manusiawi dari pemerintah kota.


Reses hari pertama ditutup di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso. Warga mengusulkan perbaikan infrastruktur lingkungan dan normalisasi drainase yang dianggap sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Penambahan armada pengangkut sampah juga menjadi tuntutan masyarakat demi menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pelayanan publik.


Pada hari kedua, Kamis 21 Mei 2026, kegiatan reses dilanjutkan di Jalan Dangko, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. Dalam pertemuan tersebut, warga mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan kanal, pengaspalan jalan kompleks, hingga pembenahan drainase di sejumlah wilayah RW. Aspirasi terkait persoalan desil dan pendataan masyarakat juga menjadi perhatian dalam diskusi bersama warga.


Di titik keenam yang berlangsung di Jalan Baji Rupa, masyarakat menghadirkan gagasan yang lebih inovatif terkait pengelolaan lingkungan. Warga mengusulkan pengadaan mesin pengolah sampah plastik menjadi minyak, rehabilitasi lorong dengan mural edukatif, hingga penyediaan alat penghancur botol plastik. Selain itu, pembangunan posyandu di lahan pemerintah juga diharapkan dapat segera direalisasikan demi meningkatkan pelayanan kesehatan warga.


Sementara itu, warga Kelurahan Tanjung Merdeka menyoroti persoalan drainase dan kebutuhan air bersih. Masyarakat meminta pengerukan saluran air serta penambahan jalur pembuangan air hujan menuju danau guna mengurangi risiko banjir. Keluhan terkait sulitnya akses air bersih akibat jauhnya instalasi pipa induk juga menjadi sorotan utama dalam reses tersebut.


Di titik terakhir yang berlangsung di Kelurahan Barombong, warga kembali menegaskan pentingnya pembenahan drainase dan pembangunan infrastruktur jalan. Selain itu, masyarakat meminta validasi data bantuan sosial agar lebih tepat sasaran serta perhatian terhadap pendataan ODGJ di wilayah tersebut. Aspirasi mengenai penambahan armada truk sampah juga disampaikan demi menunjang kebersihan lingkungan secara maksimal.


Muhammad Farid Rayendra menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Makassar. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat seperti drainase, infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, hingga pelayanan sosial harus menjadi prioritas pembangunan agar kualitas hidup warga dapat terus meningkat secara merata di seluruh wilayah Kota Makassar.