MAKASSAR – Apollotimes.news_ Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar menyuarakan tuntutan agar Pemerintah Kota Makassar melakukan transformasi mendasar dalam penyusunan serta pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada sektor pendidikan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang berlangsung di ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, Rabu (10/6/2026). Forum ini menjadi wadah dialog antara mahasiswa dan para pemangku kebijakan daerah.

HMI menilai bahwa pelaksanaan CSR di bidang pendidikan selama ini masih belum memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, diperlukan formulasi kebijakan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna memastikan program CSR benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.
RDPU dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, yang didampingi sejumlah anggota dewan dari berbagai komisi. Kehadiran para legislator menunjukkan komitmen DPRD dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi publik.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Kota Makassar, yakni Ari Ashari, Ray Suryadi, Mukhlis A. Misbah, Adi Akbar, dr. Fahrizal, A. Odhika, Eshin Usami, serta Andi Makmur Burhanudin.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif terkait mekanisme pengelolaan CSR yang dinilai perlu lebih berpihak pada kepentingan pendidikan masyarakat luas.

Para peserta berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Makassar tidak hanya menjalankan CSR sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang bagi generasi muda.
Melalui RDPU ini, HMI Cabang Makassar mendorong lahirnya kebijakan yang mampu menciptakan pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.

Hasil pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan strategis bagi Pemerintah Kota Makassar dan DPRD dalam merumuskan model CSR pendidikan yang lebih progresif, inklusif, serta berdampak nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Daeng.
